Home / Rilis Politik / KPU Mendorong Tingkatkan Kompetensi Aparatnya

KPU Mendorong Tingkatkan Kompetensi Aparatnya

Untuk meningkatkan standar kompetensi dan meningkatkan taraf keilmuan pegawai Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat Jenderal (Setjen) KPU RI, Lucky Firnandy Majanto mengatakan, saat ini Sejten KPU tengah gencar melakukan dorongan kepada seluruh pegawai KPU untuk meningkatkan standar keilmuan melalui progam beasiswa dan pendidikan-pendidikan lain yang difasilitasi oleh KPU, Jumat (28/10).
 
Hal tersebut dikatakan Lucky saat menutup kegiatan orientasi tugas kepemiluan CPNS KPU di Hotel Novotel, Jakarta. Ia ingin pegawai KPU ke depan memiliki kompetensi yang mumpuni untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihan.
 
“Kami telah menyusun human capital development plan untuk jangka waktu 5 tahun ke depan, dari 2017 sampai 2023. Nah saudara-saudara ini adalah resources yang nanti setelah 2 tahun bekerja wajib mengikuti pendidikan yang lebih tinggi. Yaitu S2, dan bahkan S3. Tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri,” ujar Lucky.
 
Ia mendorong pegawai KPU untuk mengikuti program pengembangan itu karena KPU tidak ingin standar keilmuan para pegawainya statis, mengingat perkembangan ilmu pengetahuan di dunia makin berkembang, khususnya terkait ilmu politik dan demokrasi.
 
“Karena ilmu di luar itu semakin berkembang, apalagi ilmu tentang politik dan demokrasi, khususnya ilmu-ilmu untuk mendukung pelaksanaan penyelenggaraan pemilu. Ini kita butuhkan,” terang dia.
Dengan mengembangkan wawasan serta ilmu pengetahuan tentang politik, demokrasi dan kepemiluan, Lucky berharap pegawai KPU bisa meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihan.
 
“Contoh terkait manajemen logistik kita, apakah sudah optimal dan maksimal dalam penyelenggaraan pemilu? nah ini sedikit dari catatan-catatan yang perlu kita kembangkan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihan,” lanjut Lucky.
 
Selain mendorong pegawai KPU untuk meningkatkan standar keilmuan, Lucky meminta para peserta orientasi untuk mempelajari undang-undang dan peraturan terkait kepemiluan, termasuk ketentuan-ketentuan yang mengatur Aparatur Sipil Negara (ASN).
 
“Seorang pegawai KPU harus memiliki pengetahuan tentang undang-undang dan peraturan terkait kepemiluan, termasuk yang meliputi aturan-aturan ASN. karena ini adalah pedoman kita di dalam melaksanakan dan mendukung penyelenggaraan pemilihan,” pesan Lucky.
 
Lucky tidak mengharuskan para peserta orientasi untuk menghafal ketentuan pasal per pasal. Sebagai permulaan, Ia berharap para peserta mampu mengerti substansi peraturan tersebut, sehingga peserta orientasi bisa menjiwai ketentuan itu dalam melaksanakan tugas-tugas kedinasan.
 
“Tidak harus hafal pasal per pasal, tetapi substansi di dalam undang-undang tersebut, yang bisa menjiwai saudara-saudara di dalam melaksanakan tugas-tugas negara, tugas kepemiluan dan tugas lainnya,” pungkas Lucky. (rap/red. FOTO KPU/ook/Hupmas)
loading...

Tentang Komisi Pemilihan Umum

Komisi Pemilihan Umum
Komisi Pemilihan Umum (disingkat KPU) adalah lembaga negara yang menyelenggarakan pemilihan umum di Indonesia.

Baca Juga

Simulasi Pilkada Gembira Di Taman Kota Jakarta

Pemilihan 2017 tinggal selangkah lagi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang turut melaksanakan pemilihan terus bekerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *